| Citatah Kantongi Kontrak Penjualan US$ 15 Juta di 2012 |
| PT Citatah Tbk (CTTH) [71 Tiffany Johannes, Direktur Keuangan Citatah, mengatakan tingginya kontrak domestik disebabkan adanya pesanan baru dalam jumlah besar. "Selain itu, ekspansi ke sektor perumahaan akan berkontribusi pada pertumbuhan penjualan domestik," ujarnya, Senin. Berdasarkan materi public expose Citatah, pesanan yang besar juga datang dari China senilai US$ 2,4 juta. Selanjutnya, dari Korea Selatan sebesar US$ 1,8 juta diikuti Malaysia sebesar US$ 1,5 juta dan paling kecil kontrak dari Vietnam sekitar US$ 550 ribu. Untuk akhir tahun ini, Citatah menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,22% menjadi Rp 16,2 miliar dipicu oleh meningkatnya permintaan. Laba bersih perseroan tahun lalu turun 23,47% menjadi Rp 12,78 miliar dari Rp 16,7 miliar di 2009. Proyeksi peningkatan laba seiring penjualan yang diperkirakan tumbuh 8,3% menjadi Rp 162,2 miliar dari tahun lalu Rp 152,5 miliar dan adanya efisiensi dengan menekan beban pokok penjualan. "Penjualan domestik mengkontribusi sekitar 61,7% dari total penjualan pada akhir tahun ini dan sisanya ekspor," tutur Tiffany. Pesanan domestik tahun ini sudah mencapai 80.000 meter. Kuatnya permintaan domestik, menurut Tiffany karena perseroan menjadi distributor tunggal bagi beberapa produk marmer terkenal di dunia. Penjualan ekspor, kecuali blok marmer ke China, diperkirakan meningkat lebih dari 10% dengan pesanan untuk slab dan tile dalam jumlah besar dari Korea Selatan, Australia dan Myanmar. Selain itu, perseroan telah memperoleh pesanan untuk proyek-proyek skala besar seperti Lot 28, Mount Kiara Apartment di Kuala Lumpur, dan Ciputra World 21 Apartment di Hanoi. Sebagian besar permintaan produk marmer Citatah berasal dari China, Malaysia, Vietnam dan Amerika Serikat, yang jumlahnya sekitar 80% dari jumlah penjualan ekspor, selebihnya adalah Korea Selatan dan Myanmar. Untuk memenuhi permintaan, perseroan akan meningkatkan produksi tambang Bunea menjadi 24 ribu meter kubik dari tahun sebelumnya 21 ribu meter kubik. "Perusahaan akan menginvestasikan US$ 1,5 juta untuk meningkatkan hasil tambang,"tutur Tiffany. Perseroan juga akan meningkatkan produksi slab dan tile dari tambang Pangkep, Sulawesi Selatan, yang tahun lalu naik 31% menjadi 461.125 meter persegi. Tiffany tidak menyebutkan berapa besar peningkatan itu. "Kenaikan produksi slab dan tile terutama disebabkan oleh meningkatnya pemanfaatan kapasitas mesin setelah dipasangnya generator baru dan kembali normalnya pasokan listrik," katanya. PT Mitra Investindo Tbk (MITI) [51 Sepanjang semester I 2011, Mitra Investindo membukukan laba bersih Rp 11,72 miliar, berbanding Rp 1,49 miliar di periode yang sama tahun lalu. Yulianatina menyatakan pendapatan perseroan meningkat sebesar 89,2 % (year-on-year) menjadi Rp 71,06 miliar dari sebelumnya Rp 37,53 miliar. Peningkatan terutama ditopang penjualan ekspor yang naik 329,8% menjadi Rp 28,37 miliar dari Rp 6,6 miliar. Namun, penjualan domestik masih menjadi kontributor utama pendapatan. "Penjualan domestik tumbuh 37,8% menjadi Rp 42,6 miliar dari semester I tahun lalu Rp 30,93 miliar," ujarnya. |
Kumpulan Blogs Tentang, download E-book, iklan, tukar informasi, referense semuanya ..... www.ourblogs4life.blogspot.com
Tuesday, November 15, 2011
Rumor dan Prospek saham CTTH 2012
Tuesday, November 8, 2011
The Fairmont Banff Springs Hotel
- The Fairmont Banff Springs Hotel
Bagaimana jika kita memesan sesuatu dari room service dan petugasnya bolak balik mengantarkan hal yang sama? Hal inilah yang terjadi di The Fairmont Banff Springs Hotel, hotel yang konon menginspirasi Stephen King untuk novelnya yang terkenal The Shining.Harga Bruce, dibangun antara musim semi 1887 dan 1888 oleh Canadian Pacific Railway, atas dorongan Presiden, William Cornelius Van Horne. Kemudian seorang arsitek Amerika, Walter S. Painter Mengganti struktur kayu hotel asli, dengan struktur hotel baru yang dibangun dari beton dan dihadapkan dengan batu. Hotel yang terletak di Kanada ini awalnya dirancang oleh arsitek Amerika
Nah hotel yang telah eksis sejak tahun 1888 ini konon dihuni hantu bernama Sam the Bellman. Pak Sam ini tadinya adalah seorang bellboy yang bekerja di hotel tersebut. Ketika ia berhenti bekerja tahun 1967, dia berjanji bakal dateng lagi.walaupun Pak Sam meninggal dua tahun setelah ia berhenti bekerja, ternyata beliau tidak melupakan janjinya. Sampai sekarang, penghuni hotel ini sering mengalami kejadian dimana pesanan mereka bolak balik datang ke kamar, di antarkan oleh bapak tua yang pke seragam vintage tahun 1960-an.
Subscribe to:
Posts (Atom)
