Showing posts with label kbri. Show all posts
Showing posts with label kbri. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Akhir September, Wahyu Berkat akan kuasai 8,9% saham KBRI

Akhir September, Wahyu Berkat akan kuasai 8,9% saham KBRI


JAKARTA. PT Wahyu Berkat Abadi akan segera menguasai 8,9% saham PT Kertas Basuki Rahmat Indonesia Tbk (KBRI). "Mereka akan memiliki 774,877 juta saham kami setelah penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD)," kata Sekretaris Perusahaan KBRI Tiur Simamora di Jakarta, Rabu (21/9).

Dengan masuknya Wahyu Berkat Abdi ini, kepemilikan Pemerintah Indonesia di KBRI sudah terdilusi seluruhnya. Tiur bilang jika sebelum masuknya Wahyu Berkat Abdi ini, kepemilikan Pemerintah Indonesia di perusahaan kertas ini sudah dibawah 0%. "Jadi pemerintah sudah tidak memiliki saham di kami lagi," tambahnya.

Rencananya, Wahyu Berkat ini mengesekusi saham KBRI pada 30 September mendatang. Masuknya perusahaan tersebut ke KBRI karena anak usaha perusahaan memiliki utang ke yang belum dibayarkan.

Untuk membayar utang tersebut, KBRI memilih untuk mengkonfersikannya dengan saham. Catatan saja, utang anak usaha KBRI sebesar Rp 51,91 miliar.
 

Monday, September 12, 2011

Saham KBRI : Rencana Penerbitan saham seri D

JAKARTA: PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk berencana menerbitkan 774,88 juta saham baru seri D tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

Jumlah tersebut sama dengan 9,79% dari total saham yang ditempatkan dan disetor PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) saat ini, yaitu sebanyak 7,91 miliar. Nilai nominal saham baru tersebut ditetapkan Rp50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp67 per saham.

Berdasarkan prospektus perseroan yang dirilis hari ini, aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari skema pelunasan utang sebesar Rp51,92 miliar milik anak usaha perseroan, yaitu PT Kertas Basuki Rachmat, yang telah diambilalih oleh perseroan (novasi utang).

Selanjutnya, hasil penerbitan saham baru tersebut akan dimiliki oleh PT Wahyu Berkat Abadi selaku kreditur perseroan.

Terkait dengan rencana itu, perseroan akan memintakan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 21 September 2011.

http://www.bisnis.com/articles/kbri-akan-terbitkan-774-88-juta-saham-baru

Sumber : BISNIS.COM

Info Saham KBRI : private placements

PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) bakal menerbitkan 774,877 juta saham baru yang akan diberikan kepada PT Wahyu Berkat Abadi (WBA) yang merupakan kreditur perseroan (private placement).

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/8/2011), anak usaha KBRI, PT Kertas Basuki Rachmat memiliki utang sebesar Rp51,9 miliar kepada WBA. Utang perseroan kepada WBA awalnya merupakan utang kepada mitra kerjanya, PT Greta Sasha Prima, yang penyelesaiannya tertunda.

WBA lalu memberikan waktu hingga 30 September 2011 kepada perseroan untuk menyelesaikan utang tersebut. Jika tidak, WBA akan mengajukan gugatan pailit. Perseroan pun lalu mengajukan skema konversi utang menjadi saham (debt to equity swap) untuk menyelesaikan utang.

Dalam rangka penambaham modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut, perseroan akan menerbitkan 774,877 juta saham seri D setara dengan 9,79 persen dari total saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Private placement tersebut akan dilakukan pada harga Rp67 per saham.

Untuk itu, perseroan akan melakukan RUPSLB pada 21 September guna meminta izin para pemegang sahamnya untuk merealisasikan aksi korporasi ini.

Di semester I-2011 ini, Kertas Basuki Rachmat Indonesia masih mencatat rugi Rp6,66 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, KBRI mampu mencatat laba Rp59,14 miliar. Hasil tersebut disebabkan oleh anjloknya pendapatan usaha perseroan dari Rp39,73 miliar menjadi Rp4,29 miliar.

Pendapatan perseroan anjlok 88,72 persen menjadi hanya Rp4,29 miliar. Meski beban penjualan perseroan turun dari sebelumnya Rp37,65 miliar, namun tidak berdampak positif pada laba. KBRI langsung mencatat rugi kotor Rp1,51 miliar. Padahal pada periode sebelumnya mereka mencatat laba kotor Rp2,07 miliar.

Sementara total aset perseroan hingga Juni 2011 mencapai Rp744,44 miliar, menurun dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp1,098 triliun. Total kewajiban KBRI mencapai Rp111,56 miliar, turun dari tahun lalu Rp564,95 miliar.

http://economy.okezone.com/read/2011/08/22/278/494653/kbri-private-placement-9-7-sahamnya-di-rp67-saham



Sumber : OKEZONE.COM

Info Saham KBRI : saham murah yang terabaikan

24-Sep-10 09:34 | androw:
Jakarta - PT Kertas Basuki Rahmat Tbk (KBRI) menjadwalkan realisasi penggabungan nilai nominal saham (reverse stock) dengan rasio 2:1 pada 28 September 2010. Perdagangan saham dengan nilai nominal baru efektif pada 1 Oktober 2010. Demikian seperti dikutip dari pengumuman perseroan, Jumat (24/9/2010). Total jumlah saham KBRI tercatat sebanyak 3.860.057.540 saham terdiri atas seri A 2.500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham serta seri B sebanyak 1.360.057.540 dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Komposisi pemegang saham KBRI adalah Adam Ariaji sebanyak 27,23%, Reksa Dana Danamas Stabil 11,66% dan sisanya publik 61,11%. Usai reverse stock, jumlah saham seria akan menjadi 1.250.000.000 saham bernilai nominal Rp 400 per saham dan saham seri B sebanyak 680.028.770 saham bernilai nominal Rp 200 per saham. Cum reverse stock pada 27 September 2010, ex reverse stock pada 28 September 2010 bersamaan dengan tanggal penggabungan nilai nominal. Recording date pada 30 September 2010, sedangkan perdagangan saham dengan nilai nominal baru pada 1 Oktober 2010. Harga saham KBRI saat ini berkisar antara Rp 50 hingga Rp 52 per saham. Dengan asumsi harga saat reverse stock tetap di kisaran itu, maka harga KBRI akan menjadi Rp 100 hingga Rp 104 per saham.

Harga per hari ini KBRI cuma rp 57 / lembar saham.

Thursday, August 11, 2011

KBRI masih merugi Rp 6,67 miliar - d isemester I 2011


Investasi

 
Selasa, 02 Agustus 2011 | 18:16  oleh Dupla Kartini

KINERJA SEMESTER I

Akhir semester I, KBRI masih merugi Rp 6,67 miliar

dibaca sebanyak 555 kali
0 Komentar
JAKARTA. Hingga semester pertama 2011 berakhir, PT Kertas Basuki Rahmat Tbk (KBRI) masih belum mengantongi laba. Laporan keuangan KBRI (2/8) menunjukkan, perseroan mengalami rugi bersih senilai Rp 6,67 miliar di semester pertama tahun ini.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan membukukan laba bersih hingga Rp 59,147 miliar, yang ditopang penambahan laba dari penjualan anak usaha.

Kerugian pada paruh pertama tahun ini dipicu merosotnya pendapatan usaha perseroan hingga 89% menjadi Rp 4,292 miliar. Dibandingkan semester satu tahun sebelumnya yang mencapai Rp 39,734 miliar.

Akibatnya, perseroan mengalami rugi kotor sebesar Rp 1,512 miliar di akhir Juni 2011. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu, produsen kertas ini masih membukukan laba kotor Rp 2,079 miliar.

Kerugian KBRI semakin besar, lantaran ada kenaikan pada pos beban administrasi, dan turunnya keuntungan dari penjualan aset tetap dan laba kurs.

Dengan kerugian tersebut, tak ayal KBRI mengalami rugi per saham dasar senilai Rp 1,68 per saham di akhir Juni 2011. Sedangkan, per Juni tahun lalu, perseroan masih mencatat laba per saham dasar sebesar Rp 30,65 per saham.
 

Clixeria max - Dapat Dollar gratis dari paman sam -- 0.01 $ / click