Showing posts with label krisis 2011. Show all posts
Showing posts with label krisis 2011. Show all posts

Tuesday, October 4, 2011

Pasar Modal : Fuh.. Bank Eropa akan Seret Wall Street Turun

Fuh.. Bank Eropa akan Seret Wall Street Turun
Headline
wallstreetjournal.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Selasa, 4 Oktober 2011 | 18:26 WIB
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan melemah pada perdagangan Selasa (4/10) dengan ancaman default Yunani. Sentimen ini juga telah menyeret saham perbankan Eropa.

Bahkan bank asal Belgia, Dexia mengarah ke kolaps. Kondisi ini telah memaksa pengelola Dexia melakukan pertemuan darurat untuk menyiapkan langkah mengatasi masalah tersebut. Eksposur ke Yunani memiliki investor panik sehingga menjatuhkan saham bank ini.

Selain kekhawatiran krisis perbankan Eropa, analis uga menghawatirkan kebangkrutan MR, induk Amerika Airlines yang sahamnya telah turun hingga 33,1%, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Investor juga akan menunggu pernyataan Gubernur The Fed dihadapan gabungan Komite Ekonomi, Selasa pagi waktu New York.

Bursa Asia hari ini memerah seperti indeks Hang Seng turun 3,45 ke 16.250, indeks Nikkei turun 1,05% ke 8.456, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.359 dan indeks ASX turun 0,65 ke 3.872,10.

Bursa Eropa juga melemah tertekan sektor perbankan seperti indeks FTSE turun 2,1% ke 4.967, DAX turun 2,7% ke 5.230 dan indeks CAC turun 2,4% ke 2.855.

Monday, October 3, 2011

IMF: Krisis 2011 lebih berbahaya

IMF: Krisis 2011 lebih berbahaya
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) mengatakan, sistem keuangan global saat ini lebih rentan daripada krisis yang terjadi sebelumnya pada 2008.

Risiko untuk bank-bank dan pasar keuangan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Krisis utang Eropa, mempengaruhi sistem perbankan ke titik di mana bank dapat menarik kembali pinjaman untuk menghemat uang.

Para pemimpin Eropa harus cepat melaksanakan kesepakatan yang dicapai pada Juli dan menyediakan dana talangan dengan fleksibilitas yang lebih. Sementara Amerika Serikat (AS) dan Jepang, harus memulai fase dalam langkah-langkah untuk mengurangi defisit mereka.

"Risiko meningkat, sementara waktu untuk mengatasi kerentanan yang mengancam sistem keuangan global dan pemulihan ekonomi yang berlangsung semakin sempit," ungkap IMF, seperti dikutip dari Associated Press, hari ini.

Adapun pada akhir pekan ini, 187 negara akan mengadakan pertemuan di Washington. Pertemuan ini, akan dihadiri oleh Menteri keuangan serta gubernur bank sentral dari seluruh dunia.

IMF sendiri telah mendesak para pemimpin Eropa untuk menyelesaikan masalah keuangan, yang saat ini menjadi ancaman utama bagi perekonomian global. Selain itu, pertengkaran politik antara pemimpin Eropa, telah mengganggu kemampuan wilayah itu untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

Selain itu, bank-bank Eropa yang memegang sejumlah besar obligasi Yunani dan pemerintah lainnya yang bermasalah, harus meningkatkan cadangan modal mereka. Itu akan melindungi mereka dalam kasus obligasi atau juga bisa melindungi Yunani dari default.

Clixeria max - Dapat Dollar gratis dari paman sam -- 0.01 $ / click