Tuesday, October 4, 2011

Pasar Modal : Gawat.. Seiring Asia, IHSG Rontok 2,3%

Gawat.. Seiring Asia, IHSG Rontok 2,3%
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Selasa, 4 Oktober 2011 | 16:09 WIB
INILAH.COM, Jakara - Bursa saham Indesia ditutup melemah hingga 79,26 poin atau 2,3% ke 3.269,45. Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar saham senilai Rp4,5 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 205 saham turun, 44 saham naik dan 55 saham stagnan. IHSG mengalami net forign sell hingga Rp459,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,9 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,4 triliun.

Indeks JII turun 9,5% ke 452,46, indeks ISSI turun 2,06 poin ke 106,64 dan indeks LQ45 turun 14,7 poin ke 569,46. Pelemahan terdalam dalami sektor pertambangan hingga 117,01 poin ke 2.221 disusul sektor perkebunan yang turun 41,31 poin ke 1.828,23.

Pelemahan IHSG mengikuti bursa Asia yang memerah seperti indeks Hang Seng turun 3,45 ke 16.250, indeks Nikkei turun 1,05% ke 8.456, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.359 dan indeks ASX turun 0,65 ke 3.872,10.

Bursa Eropa juga melemah tertekan sektor perbankan seperti indeks FTSE turun 2,1% ke 4.967, DAX turun 2,7% ke 5.230 dan indeks CAC turun 2,4% ke 2.855.

Indeks tertekan seiring pelemahan bursa regional dan bursa Eropa yang melanjutkan pelemahan Senin kemarin. Level terendah hari di 3.256,44 dan level tertinggi di 3.352,40.
Saham yang melemah seperti saham GGRm turun Rp1.400 ke Rp51.100, PTBA turun Rp1.300 ke Rp14.400, ITMG turun Rp1.200 ke Rp34.600, UNTR turun Rp800 ke Rp19.350, INTP turun Rp700 ke Rp12.000, BYAN turun Rp600 ke Rp20.350, HRUM turun Rp600 ke Rp6.050, SMMA turun Rp500 ke Rp4.000, BFIN turun Rp400 ke Rp5.400, MBAI turun Rp400 ke Rp13.800, SCMA turun Rp350 ke Rp5.350, HMSP turun Rp29.200.

Sementara saham yang menguat seperti IMAS naik Rp550 ke Rp10.600, FAST naik Rp450 ke Rp9.250, TPIA naik Rp250 ke Rp3.500, MYOR naik Rp150 ke Rp12.150, SMDR naik Rp100 ke Rp3.300, BRNA naik Rp60 ke Rp1.850.

Monday, October 3, 2011

IMF: Krisis 2011 lebih berbahaya

IMF: Krisis 2011 lebih berbahaya
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) mengatakan, sistem keuangan global saat ini lebih rentan daripada krisis yang terjadi sebelumnya pada 2008.

Risiko untuk bank-bank dan pasar keuangan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Krisis utang Eropa, mempengaruhi sistem perbankan ke titik di mana bank dapat menarik kembali pinjaman untuk menghemat uang.

Para pemimpin Eropa harus cepat melaksanakan kesepakatan yang dicapai pada Juli dan menyediakan dana talangan dengan fleksibilitas yang lebih. Sementara Amerika Serikat (AS) dan Jepang, harus memulai fase dalam langkah-langkah untuk mengurangi defisit mereka.

"Risiko meningkat, sementara waktu untuk mengatasi kerentanan yang mengancam sistem keuangan global dan pemulihan ekonomi yang berlangsung semakin sempit," ungkap IMF, seperti dikutip dari Associated Press, hari ini.

Adapun pada akhir pekan ini, 187 negara akan mengadakan pertemuan di Washington. Pertemuan ini, akan dihadiri oleh Menteri keuangan serta gubernur bank sentral dari seluruh dunia.

IMF sendiri telah mendesak para pemimpin Eropa untuk menyelesaikan masalah keuangan, yang saat ini menjadi ancaman utama bagi perekonomian global. Selain itu, pertengkaran politik antara pemimpin Eropa, telah mengganggu kemampuan wilayah itu untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

Selain itu, bank-bank Eropa yang memegang sejumlah besar obligasi Yunani dan pemerintah lainnya yang bermasalah, harus meningkatkan cadangan modal mereka. Itu akan melindungi mereka dalam kasus obligasi atau juga bisa melindungi Yunani dari default.

Clixeria max - Dapat Dollar gratis dari paman sam -- 0.01 $ / click